EMPAT PILAR PENOPANG
Sebenarnya awalnya tidak pernah merencanakan untuk memiliki Yayasan sosial, tapi rencana tersebut TERUS mengalir serta mencapai sasaranya. Tahun 1998 saya mempunyai cita-cita untuk memiliki Yayasan yang bergerak dalam bidang sosial dan kemasyarakatan, sungguh suatu cita-cita yang sangat mulia pada waktu itu. Mualailah saya merancang dengan rencana yang lebih matang dan tersusun rapih dengan membuat AD/ART serta di aktakan ke Notaris hingga sampai ke Akta Kemenhukam. Ada empat pilar penopang yang harus saya bentuk ketika itu didalam Yayasan Sosial yang akan berjalan yaitu : pilar pertama adalah pendidikan dan pengajaran , pilar ke dua Hukum dan pembelaan kepada masyarakat yang terzolimi, pilar ke tiga adalah kesehatan dan keempat adalah sosial masyarakat. Rencana ini saya gumuli dan ditulis dibuku khusus yang saya miliki serta setiap tahun saya tinjau kembali. Pada tahun 2003 pilar pertama yaitu pengajaran dapat dicapai serta beroperasinya pada tahun 2008 lima sekolah yang kami miliki di wilayah Jabotabek dengan nama LeaBe Tov School khusus untuk Play Group dan Kindergarten . Pilar keempat yaitu sosial masyrakat sudah berjalan sejak tahun 2015 dengan cara memberikan bantuan sembako setiap tahunya kepada masyrakat yang kurang mampu dan memberikan cek kesehatan dan juga test gula darah asam urat serta kolesterol setiap tahunya, lalu pilar kedua baru dapat direalisasikan pada tahun 2020 yaitu berdirinya Leabe Tov & CO. Law Firm. Yang belum tercapai adalah pendirian PolikKlinik Kesehatan / Rumah sakit. Lalu siapa yang menangani pilar-pilar penopang itu, semua itu oleh karena kebaikan Tuhan bahkan saya tidak pernah memaksakan kehendak saya sebagai orang tua terhadap anak-anak kami untuk ambil bagian didalam Yayasan yang saya bentuk tersebut, anak saya pertama menjadi seorang dokter ialah yang kerap melakukan pengobatan dan cek kesehatan gratiss, anak saya yang ke dua menjadi seorang pengacara dan mendirikan firma hukum bersama dengan saya dan teman senior lainya. Untuk Pilar pendidikan dan pengajaran memang awal membuka sayalah yang mengerjakanya akan tetapi estafet akan berjalan ke anak ke tiga saya dimana cita-citanya adalah menjadi seorang pengajar dan menjadi seorang Pendeta kelak. Saya sampai menitikkan air mata diamana guru kelasnya bercerita kepada saya ketika pada saat mengambil raport, ..” benar pak ivan anaknya mau jadi Pendeta nanti,.. memang kenapa? Dua minggu lalu saya bertanya kepada setiap murid dikelas saya,...” siapa yang mau jadi dokter...wow banyak sekali yang mengajungkan tangan,....begitu juga dengan insiyur, akuntan, Tentara dll, ... tiba saya bertanya siapa yang mau jadi Pendeta....., lho belum ada yang jawab,... tapi tiba-tiba anak pak Ivan, si Heaven mengangkat jarinya saya mau jadi Pendeta kelak yang bisa bermain musik, bernyanyi dan menari....., saya terkesima masa anak cantik seperti ini mau jadi Pendeta,... tapi saya bangga dengan cita-citanya... “ saya menjawab memang saya menginginkan Heaven jadi Pendeta bahkan doa kami saat ia masih didalam kandungan ibunya dan masih tetap sama kami berdoa agar ia kelak jadi Pendeta. Oh..begitu ya pak. Saya senang mendengar pengakuan Heaven yang benar-benar semangat itu. *** Peran orang tua untuk membentuk dan membangun anak- anak agar menjadi pilar yang kokoh dan kuat dalam mencapai sasaran yang baik serta benar untuk kehidupanya.
Baca Selengkapnya